Personal Literature

Venesia untuk Skandinavia

Hello kamu, Kamu yang bersikap begitu kekanakan dan memalsukan cinta yang katanya ujian. Kamu yang merasa bahwa sakitmu adalah yang paling menyakitkan. Dan lalu menyatakan berulang kali, yang pernah kau cinta adalah sosok yang tidak baik. Ah, what's wrong with romance? Sappy, soppy, long-hand love letters ...¬† Hey kamu, Percakapan kita yang tidak menyatu, dan… Continue reading Venesia untuk Skandinavia

Personal Literature

Rindu Senja

Senja buram Tertutup awan pekat Sepekat yang lamat-lamat Hitam pekat tak terlihat Seperti senyumanmu yang terpahat Hampa, kosong tapi mengikat Tatapanmu yang nanar Terdiam hanya sanggup bersandar Menyenandungkan alunan akordion yang tidak kau sadar Meskipun hanya terdengar samar Ah, darimana dinosaurus itu datang Dari lubang diujung langit yg tertutup awan Lindap menyapu bersih alunan dengan… Continue reading Rindu Senja

Personal Literature

Floaters

Tidak, mataku tidak sakit. Ia hanya mengaburkan bayang pasti yang sudah kufokuskan berulang kali. Mengganggu apa yang aku anggap "indah". Aku sering bermain dengan mataku. Semacam mengejar ikan terbang, atau menanti bunga¬†chicory tumbuh dari telur ayam. Tanganku kerap kali menangkap bayang yang mataku munculkan secara mendadak. Bayang-bayang halus yang menembus jauh kedalam dasar penglihatanku. Ah,… Continue reading Floaters