Personal Literature

Rindu Apa

Aku mencintaimu┬ásejak..... Suaranya ... kembali mencabik sanubari Berbeda dengan suaramu yang begitu dalam di tengah gemericik air Suara itu seolah mencemooh dan menertawaiku yang mematikan suaraku sendiri Katakan padaku wahai angin penyampai rindu, kemana suaranya menyeretku sampai akhir? Ada getar yang dulu sudah kulupakan Alunan gitar yang lindap menyisakan perih Suara nyanyian pria itu mendayu,… Continue reading Rindu Apa

Advertisement
Personal Literature

Rindu Senja

Senja buram Tertutup awan pekat Sepekat yang lamat-lamat Hitam pekat tak terlihat Seperti senyumanmu yang terpahat Hampa, kosong tapi mengikat Tatapanmu yang nanar Terdiam hanya sanggup bersandar Menyenandungkan alunan akordion yang tidak kau sadar Meskipun hanya terdengar samar Ah, darimana dinosaurus itu datang Dari lubang diujung langit yg tertutup awan Lindap menyapu bersih alunan dengan… Continue reading Rindu Senja

Personal Literature

Nusa

Kalau aku jadi Nusa, apa yang akan aku lakukan? Apa yang akan aku pikirkan? Bagaimana aku akan memandang kerumunan dengan berbeda? Seperti sekelompok perempuan yang lebih mementingkan solek molek daripada senandung senandung kesenian Atau mereka yang sibuk mengobrol daripada memberikan ketenangan sejenak bagi si pembaca puisi Dan mungkin dua orang yang khidmat dengan keheningan meskipun… Continue reading Nusa

Personal Literature

Game of Sultans

Cantikmu begitu murah, Sultan! Setiap yang kau lihat hanyalah permukaan tabir semu Kau mengabaikan apa yang hatimu bisikkan Ah! Perkelahian kita menjadi sangat pribadi bagimu Bagaimana melepaskan ini, Sultan? Gejolak pertempuran kita terlalu jauh terpaut Bagai hempasan angin yang mengucurkan darah dari bingkai tiga kerbau Jamuan yang bergulir hari ke hari Lautan orang berdatangan hanya… Continue reading Game of Sultans

Personal Literature

Idein – Logia

Kecantikan .... bagai hawa yang tak pernah usai Terbersit sejenak saja dan kau tenggelam Angin hanya menemaniku sendiri berjalan dalam lukisan bingkai merah Menilik kata demi kata yang ramai dan tak kunjung usai Khaira .... Aku mengaguminya sampai dasar lautan karena sembunyinya tulus dan katanya tak pernah palsu Dia bagaikan kesegaran angin pagi hari yang… Continue reading Idein – Logia

Personal Literature

Indie

Senjaku menari dalam lereng anteng Jingga mengintip centil dari bilik awan Sayup kudengar alunan tambourine dan gitar Diam-diam menarikku terhanyut dalam fantasi liar Dalam penat kutuliskan bait hidupku ini lindap menyemoohku yang tak berbakat ditertawai senja yang kian tenggelam dan biru mulai memudar kembali sendu Kota mulai tertutup bayang petang Aku terhenyak dalam diam bersama… Continue reading Indie

Personal Literature

Pahit

Apa itu kepahitan? Seperti sebuah kopi, pahit namun penuh dengan candu Aku berjalan menghapus jejak masa lalu bagiku pahit adalah ketika sekuat apapun kita menghapus jejak, sisa tapak itu terus ada, bukan karena tak terhapus namun seseorang terus mengabadikannya Pahit bagiku begitu lekat dengan manis seperti bunga, manis pada tampaknya, namun pahit dalam layu Ketika… Continue reading Pahit