Personal Literature

Hawa Senin

Untuk Seninmu yang pelik Untuk Seninmu yang pening Untuk Seninmu yang genting Untuk Seninmu yang rumit Tengok kemari, akan selalu ada sebuah rumah untukmu pulang meskipun hanya sebuah ruang dalam hati atau rumah dalam kenangan Tidak apa-apa, kamu akan baik-baik saja karena Senin akan berlalu dan Sabtu menjelma mari rebahan Yakinlah, kamu kuat šŸ˜‰ nanti… Continue reading Hawa Senin

Personal Literature

Jiwa-Jiwa Yang Resah

Berdamailah wahai jiwa yang sedih Di ufuk bayang senja menjingga Janganlah kau lari dari realita sekalipun perih Ingatlah sebuah janji yang menantimu di ujung bukit melewati padang savana Sebuah nyanyian indah yang mengayun landai hatimu Cita yang kemudian kau bunuh dengan hunusan belati pusaka keemasan menyisakanmu yang lusuh dan tersungkur kelu Berdamailah wahai jiwa yang… Continue reading Jiwa-Jiwa Yang Resah

Personal Literature

Rindu Apa

Aku mencintaimuĀ sejak..... Suaranya ... kembali mencabik sanubari Berbeda dengan suaramu yang begitu dalam di tengah gemericik air Suara itu seolah mencemooh dan menertawaiku yang mematikan suaraku sendiri Katakan padaku wahai angin penyampai rindu, kemana suaranya menyeretku sampai akhir? Ada getar yang dulu sudah kulupakan Alunan gitar yang lindap menyisakan perih Suara nyanyian pria itu mendayu,… Continue reading Rindu Apa

Personal Literature

Rindu Senja

Senja buram Tertutup awan pekat Sepekat yang lamat-lamat Hitam pekat tak terlihat Seperti senyumanmu yang terpahat Hampa, kosong tapi mengikat Tatapanmu yang nanar Terdiam hanya sanggup bersandar Menyenandungkan alunan akordion yang tidak kau sadar Meskipun hanya terdengar samar Ah, darimana dinosaurus itu datang Dari lubang diujung langit yg tertutup awan Lindap menyapu bersih alunan dengan… Continue reading Rindu Senja

Personal Literature

Nusa

Kalau aku jadi Nusa, apa yang akan aku lakukan? Apa yang akan aku pikirkan? Bagaimana aku akan memandang kerumunan dengan berbeda? Seperti sekelompok perempuan yang lebih mementingkan solek molek daripada senandung senandung kesenian Atau mereka yang sibuk mengobrol daripada memberikan ketenangan sejenak bagi si pembaca puisi Dan mungkin dua orang yang khidmat dengan keheningan meskipun… Continue reading Nusa

Personal Literature

Game of Sultans

Cantikmu begitu murah, Sultan! Setiap yang kau lihat hanyalah permukaan tabir semu Kau mengabaikan apa yang hatimu bisikkan Ah! Perkelahian kita menjadi sangat pribadi bagimu Bagaimana melepaskan ini, Sultan? Gejolak pertempuran kita terlalu jauh terpaut Bagai hempasan angin yang mengucurkan darah dari bingkai tiga kerbau Jamuan yang bergulir hari ke hari Lautan orang berdatangan hanya… Continue reading Game of Sultans

Personal Literature

Idein – Logia

Kecantikan .... bagai hawa yang tak pernah usai Terbersit sejenak saja dan kau tenggelam Angin hanya menemaniku sendiri berjalan dalam lukisan bingkai merah Menilik kata demi kata yang ramai dan tak kunjung usai Khaira .... Aku mengaguminya sampai dasar lautan karena sembunyinya tulus dan katanya tak pernah palsu Dia bagaikan kesegaran angin pagi hari yang… Continue reading Idein – Logia

Personal Literature

Sunning

Sun has been shy today Even though yesterday she told me to remembering her when the moon shines Yet today she's just fine No rain, no blaze Just fine She's also there, shines its shine Warm me who read the number six Rank of the hardworking bulls of fortune in the past three years Sip… Continue reading Sunning