Personal Literature

Jiwa-Jiwa Yang Resah

Berdamailah wahai jiwa yang sedih Di ufuk bayang senja menjingga Janganlah kau lari dari realita sekalipun perih Ingatlah sebuah janji yang menantimu di ujung bukit melewati padang savana Sebuah nyanyian indah yang mengayun landai hatimu Cita yang kemudian kau bunuh dengan hunusan belati pusaka keemasan menyisakanmu yang lusuh dan tersungkur kelu Berdamailah wahai jiwa yang… Continue reading Jiwa-Jiwa Yang Resah

Personal Literature

Rindu Apa

Aku mencintaimu┬ásejak..... Suaranya ... kembali mencabik sanubari Berbeda dengan suaramu yang begitu dalam di tengah gemericik air Suara itu seolah mencemooh dan menertawaiku yang mematikan suaraku sendiri Katakan padaku wahai angin penyampai rindu, kemana suaranya menyeretku sampai akhir? Ada getar yang dulu sudah kulupakan Alunan gitar yang lindap menyisakan perih Suara nyanyian pria itu mendayu,… Continue reading Rindu Apa

Personal Literature

Nusa

Kalau aku jadi Nusa, apa yang akan aku lakukan? Apa yang akan aku pikirkan? Bagaimana aku akan memandang kerumunan dengan berbeda? Seperti sekelompok perempuan yang lebih mementingkan solek molek daripada senandung senandung kesenian Atau mereka yang sibuk mengobrol daripada memberikan ketenangan sejenak bagi si pembaca puisi Dan mungkin dua orang yang khidmat dengan keheningan meskipun… Continue reading Nusa

Personal Literature

Idein – Logia

Kecantikan .... bagai hawa yang tak pernah usai Terbersit sejenak saja dan kau tenggelam Angin hanya menemaniku sendiri berjalan dalam lukisan bingkai merah Menilik kata demi kata yang ramai dan tak kunjung usai Khaira .... Aku mengaguminya sampai dasar lautan karena sembunyinya tulus dan katanya tak pernah palsu Dia bagaikan kesegaran angin pagi hari yang… Continue reading Idein – Logia

Personal Literature

Floaters

Tidak, mataku tidak sakit. Ia hanya mengaburkan bayang pasti yang sudah kufokuskan berulang kali. Mengganggu apa yang aku anggap "indah". Aku sering bermain dengan mataku. Semacam mengejar ikan terbang, atau menanti bunga┬áchicory tumbuh dari telur ayam. Tanganku kerap kali menangkap bayang yang mataku munculkan secara mendadak. Bayang-bayang halus yang menembus jauh kedalam dasar penglihatanku. Ah,… Continue reading Floaters