Personal Literature

Jiwa-Jiwa Yang Resah

Berdamailah wahai jiwa yang sedih Di ufuk bayang senja menjingga Janganlah kau lari dari realita sekalipun perih Ingatlah sebuah janji yang menantimu di ujung bukit melewati padang savana Sebuah nyanyian indah yang mengayun landai hatimu Cita yang kemudian kau bunuh dengan hunusan belati pusaka keemasan menyisakanmu yang lusuh dan tersungkur kelu Berdamailah wahai jiwa yang… Continue reading Jiwa-Jiwa Yang Resah

Personal Literature

#NimsDiary : Kusut

Pict: tmelindaa.com Boleh tidak aku terdiam sejenak tidak melakukan apapun. Hanya memerhatikan sorot lampu yang menerangi lapangan hijau di tengah ibu kota petang ini. Aku kira aku sedang mendadak melodramatis ditengah┬ámy moon day. Mendadak ingin menangis dan ingin mendengar suara mamaku. Tidak semangat bekerja, padahal aku dibayar memang untuk bekerja, namun yang kulakukan hanya keluh… Continue reading #NimsDiary : Kusut