Personal Literature

Jiwa-Jiwa Yang Resah

Berdamailah wahai jiwa yang sedih Di ufuk bayang senja menjingga Janganlah kau lari dari realita sekalipun perih Ingatlah sebuah janji yang menantimu di ujung bukit melewati padang savana Sebuah nyanyian indah yang mengayun landai hatimu Cita yang kemudian kau bunuh dengan hunusan belati pusaka keemasan menyisakanmu yang lusuh dan tersungkur kelu Berdamailah wahai jiwa yang… Continue reading Jiwa-Jiwa Yang Resah

Personal Literature

Statis

Gemerisik dedaunan di antara desisan angin Mengantarkan aroma kenangan kala itu Aku ternyata tak berubah. Masih seperti dulu. Egosentris dan masih sering menangis Belasan tahun berlalu, Meski tak elok sesal menyapa Tetap saja ku biarkan ia masuk dan menempati satu tempat kecil dalam bilik hati Hujan tak hujan Hidupku sama sama tak bertujuan Aku semakin… Continue reading Statis