Personal Literature

Jiwa-Jiwa Yang Resah

IMG-20181127-WA0016.jpg

Berdamailah wahai jiwa yang sedih
Di ufuk bayang senja menjingga
Janganlah kau lari dari realita sekalipun perih
Ingatlah sebuah janji yang menantimu di ujung bukit melewati padang savana

Sebuah nyanyian indah yang mengayun landai hatimu
Cita yang kemudian kau bunuh dengan hunusan belati pusaka keemasan
menyisakanmu yang lusuh dan tersungkur kelu
Berdamailah wahai jiwa yang tak tristan

Percayakah dirimu bahwa waktu sesore hari berlalu begitu cepat?
Dan tahukah engkau tentang waktu yang pernah sejenak dihentikan?
Demi masa yang diselamatkan, masa saat itu kian dicekat
Ah, dasar  kita saja yang timpang

Berdamailah wahai jiwa yang gundah
Gesekan biolamu yang menyuarakan kegulanaan
sudahi dan nikmati secara indah
karena kita masih punya impian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s