Personal Literature

Rindu Senja

Senja buram
Tertutup awan pekat
Sepekat yang lamat-lamat
Hitam pekat tak terlihat
Seperti senyumanmu yang terpahat
Hampa, kosong tapi mengikat

Tatapanmu yang nanar
Terdiam hanya sanggup bersandar
Menyenandungkan alunan akordion yang tidak kau sadar
Meskipun hanya terdengar samar

Ah, darimana dinosaurus itu datang
Dari lubang diujung langit yg tertutup awan
Lindap menyapu bersih alunan dengan tarian
Membawa cahaya hilang kembali bersinar
Memancar …. Memancar …. Berpendar

 

Jakarta-Cikarang, 2 Agustus 2019
Ketidakjelasan menjelang senja dan petang dari dua jiwa yang terpisah jarak, namun dekat dalam canda receh.

2 thoughts on “Rindu Senja”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s