Personal Literature

Rahasia Hati – Alert & Trigger dalam Diri

Andai mataMu melihat aku

Terungkap semua isi hatiku

Alam sadarku, alam mimpiku semua milikMu andai kau tahu

Rahasia cintaKu…

Pernahkah terbesit dalam pikiran kita betapa religiusnya lagu Nidji jika dilihat dalam perspektif yang berbeda? Untuk “Aku” atau “Mu” yang Maha Akbar, dan memang pada kenyataannya apapun dalam kehidupan kita semuanya adalah milikNya. Dan kapanpun Sang Pemilik memintanya kembali kita harus siap, bukan?

Ada apa dengan rahasia hati?

Terkadang manusia lupa akan kebesaran Tuhan yang selalu mengetahui tetapi menunggu, melihat dan merasa tetapi dalam lindap. Seseorang bisa saja bersedih bermuram durja dan tanpa sadar terlalu tenggelam dan mengatakan ketidak-tahuan Tuhan atas perihalnya. Ini sudah melenceng sebetulnya.

Tuhan tahu tetapi menunggu (Leo Tolstoy)

Ingat quote ini? yang pernah juga ada dalam sebuah sekuel karya Andrea Hirata, tepatnya buku keduanya ‘Sang Pemimpi’. Cobalah kita patri kalimat itu dalam alam bawah sadar kita. Barangkali kita jadi melihat segala sesuatu secara berbeda. Langit yang sama, daratan yang sama, namun entah terasa begitu berbeda. Ada kesejukan yang merasuk dalam hati.

Things always happen for good reasons

Meskipun kita tahu bahwa tidak ada kehidupan yang melulu lancar tanpa hambatan. Banyak keputusan dan resiko yang menanti untuk kita pilih. Bukankah life without risks is a life unlived? Lalu mengapa sebagian dari kita masih ada yang enggan mengambil resiko? Kalimat ini termasuk untuk saya sendiri.

I’ve been there. Ketika enggan dan takut mengambil resiko atas banyak pertimbangan dengan mengatasnamakan ‘Realistis’. Tidak mengambil resiko itu justru lebih tidak realistis, bukan? Bagaimana Tuhan hendak mengubah keadaan kita sementara kita tidak menggerakkan diri untuk mengambil langkah beresiko untuk mengusahakan perubahan keadaan yang lebih baik.

Ada apa dengan rahasia hati?

Selain bentuk realistis dengan tidak mendahului nasib (baca: optimis), masih ada satu hal lagi yang terkadang kita abaikan. The Heart Whispers. Bisikan hati (lubuk hati terdalam, yang dikenal dengan God Spot dalam buku ESQ Ari Ginandjar). Mata mungkin bisa terkelabui oleh materi, paras, dan hawa keduniawian. Tetapi yang namanya mata hati…ia tahu bisikan kebenaran yang sesungguhnya.

Mata hati, the heart whispers, bisa kita analogikan sebagai sebuah alert atau trigger untuk diri kita sendiri. Kecuali manusia telah mematikan mata hatinya, maka hanya kuasa Tuhan yang mampu menyalakan kembali suara-suara spiritual hati. Alert atau Trigger, contohnya, kita terkadang merasakan getara hati ketika mengetahui gelagat orang yang dirasa kurang aman bagi diri kita. Atau hati kita tahu betul sosok yang memang bisa menjadi pasangan yang baik ‘dunia akhirat’. Terkadanga juga hati kita membisikkan suatu kebenaran dari perbuatan. Dan yang menakjubkan adalah bahwa hati kita dapat kita ajak berdiskusi akan banyak hal. Hal ini pernah dikenal sebagai Ilmu Firasat oleh Imam Syafi’i. Pertajam rasa dan kepekaan kita, dan akan banyak rahasia hati yang terungkap.

Nothing is Coincidence. (Jamie Sullivan – A Walk to Remember)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s